Jumat, 15 Juli 2011

MACAM MACAM SAWO

1. SEJARAH SINGKAT
Sawo yang disebut neesbery atau sapodilas adalah tanaman buah berupa yang
berasal dari Guatemala (Amerika Tengah), Mexico dan Hindia Barat. Namun di
Indonesia, tanaman sawo telah lama dikenal dan banyak ditanam mulai dari dataran
rendah sampai tempat dengan ketinggian 1200 m dpl, seperti di Jawa dan Madura.
2. JENIS TANAMAN
Tanaman sawo dalam taksonomi tumbuhan diklasifikasikan sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta (Tumbuhan berbiji)
Sub Divisi : Angiospermae (Berbiji tertutup)
Kelas : Dicotyledonae (Biji berkeping dua)
Ordo : Ebenales
Famili : Sapotaceae
Genus : Achras atau Manilkara
Spesies : Acrhras zapota. L sinonim dengan Manilkara achras

berikut adalah tanaman Sawo yang tersedia di workshop kami : 
Sawo Vietnam


  • Ini dia sawo istimewa asal Vietnam. Ukuran jumbo, 1 kg berisi 2 —
    3 buah, bandingkan jenis lokal5—6 buah per kg. Saat dimakan rasa
    manis dan gurih menggoyang lidah. Kelebihan lain ia tahan
    pengangkutan dan bisa disimpan seminggu—lokal hanya 3 —
    5 hari—karena berkulit keras. Lantaran itu Triman, pekebun di
    Blitar berencana mengebunkan seluas 5 ha.

    Penampilan sawo Vietnam memang menarik. Buah oval berkulit cokelat muda mencapai bobot 400 g. Ketika permukaan kulit diraba terasa halus dan lembut. Begitu dibelah tampak daging tebal cokelat keputihan dan mengkilap. Rasanya manis hingga 14 griks, sawo lokal 11-12 griks. Jumlah biji 2—3 buah.
    Kendati matang di pohon, kulit tetap keras. Oleh karena itu, "la cukup tahan pengangkutan dan daya simpannya hingga seminggu," kata Prakoso, kolektor dan penangkar buah di Demak, Jawa Tengah. Dua hal itu kendala pemasaran sawo lokal selama ini.
    Dari Thailand
    Prakoso membawa bibit dari salah satu rekan di Thailand setahun silam. Ukurannya 2 jengkal tangan atau sekitar 40 cm. Setelah ditanam, ternyata sawo tumbuh subur. Kini pohon itu sudah setinggi 1/2 m. "Kemarin muncul 14 bunga, tapi saya rontokkan dan disisakan 2 buah. Kasihan, ranting belum siap menahan buah sebesar itu," ucapnya. Menurut Prakoso sawo Vietnam cukup populer di negara asalnya. "Dulu sawo itu ditanam sebagai peneduh di halaman rumah. Namun, begitu laku dijual di pasar mulailah orang mengebunkan skala komersial," ujar ayah 2 anak itu. Musim panen di sana jatuh pada Juni—Juli. Produktivitas setiap pohon umur 4—5 tahun mencapai 100 buah ] tahun. Lantaran perbedaan agroklii sawo yang ditanam Prakoso baru berbunga pada Juni. Artinya ia baru bisa dipaoen pada Agustus—September.
    Prakoso memperbanyak sawo vietna dengan sambung pucuk. Sebagai batang bawah ia dipakai sawo manila dan kecik Keduanya cukup bandel untuk ditanam daerah pantai utara Jawa. "Perakaranm cukup kuat dan dalam. Ketika kemara mereka mampu bertahan meski tan| disiram. Kalau sawo apel layu," katanya
    Pupuk ekstra
    Perawatan sawo Vietnam cukup mudah. Jaraktanamideal7mx7m. Can penanaman sama dengan sawo bias "Hanya saja agar mendapat buah manis harus diberi pupuk ekstra," ujar Prakoso.
    Pupuk kandang diberikan rutin setiap 6 bulan sebanyak 10 kg per tanaman. Tambahkan pula NPK 15 15 15 sebanya 200 g. Tahun berikutnya dosis pupuk ditambah 10—20%. Bunga muncul ketilc tanaman berumur 1 tahun atau setinggi 1/2 m. Namun, idealnya ia dibuahkan setelah berumur 2 tahun. Alasannya selain untuk pembentukan tajuk. juga cabang belum kuat menopang buah.
    Aplikasi pupuk daun rutin setiap minggu. Dosisnya tergantung petunjuk pemakaian yang tertera di label. "Yang perlu diperhatikan ketika bunga muncul pemberian pupuk daun distop seminggu sebelumnya. Setelah terbentuk penti sebesar kelereng, pupuk daun dilanjutkan kembali," ucap Prakoso.
    Hama yang perlu diwaspadai kuts putih. Biasanya ia muncul menjelang musim kemarau di bawah daun. Bii dijumpai 5 tangkai terserang langsung semprot dengan insektisida sistemik seperti Curacron atau Regent. Dosis In3 1 air.

    Sawo biasa
    Citarasa manis dan masirnya sawo menjadikan buah ini banyak diminati orang. Keistimewaan sawo (Achras zapota Linn) juga terletak pada kandungan nutrisi dalam daging buahnya yang berwarna kecokelatan. Di dalam 100 gram buah sawo terkandung energi 102 kkal, protein 0,5 gram, lemak 1,1 gram, karbohidrat 22,4 gram, mineral 0,5 gram, kalsium 25 mg, fosfor 12 mg, besi 1 mg, retinol 18 mcg dan asam askrobat 21 mg. (foto: detik.com)


    Buah sawo sekilas mirip kiwi, dan punya banyak khasiat untuk kesehatan. Seperti diberitakan dari buku 'Health Secret of Kiwifruit', sawo sebagai buah yang manis rasanya, selain kaya gula, juga mengandung zat gizi lainnya seperti mineral, vitamin, karbohidrat, dan serat pangan.

    Buah ini ternyata baik juga untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Maka tak heran, kini buah sawo makin banyak dijual dengan kemasan jus. Tak hanya itu, sawo ternyata juga bisa menyembuhkan beberapa penyakit. Mau tahu manfaat lain dari buah sawo? Buah ini mujarab mengatasi sembelit dan diare.Citarasa manis dan masirnya sawo menjadikan buah ini banyak diminati orang. Keistimewaan sawo (Achras zapota Linn) juga terletak pada kandungan nutrisi dalam daging buahnya yang berwarna kecokelatan. Di dalam 100 gram buah sawo terkandung energi 102 kkal, protein 0,5 gram, lemak 1,1 gram, karbohidrat 22,4 gram, mineral 0,5 gram, kalsium 25 mg, fosfor 12 mg, besi 1 mg, retinol 18 mcg dan asam askrobat 21 mg.
    Kandungan serat di dalam sawo juga cukup tinggi sehingga sangat baik untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti sembelit dan diare. Gula sederhana di dalam sawo mampu memulihkan energi secara cepat. Sawo juga bisa minimalkan risiko kanker pencernaan, karena buah ini punya kemampuan mengikat karsinogen di dalam saluran pencernaan.
    Selain itu, buah ini juga menjadi sumber kalium yang baik. Di lain pihak, memiliki kadar natrium yang rendah. Perbandingan kandungan kalium dan natrium yang mencapai 16:1, menjadikan sawo sangat baik untuk jantung dan pembuluh darah.
    Sawo (Manilkara Zapota) dibudidayakan untuk diambil buahnya. Namun sebenarnya tanaman ini memiliki potensi beragam. Daun, batang, hingga akar bermanfaat baik untuk keperluan lain maupun bagi kesehatan.

    Kandungan:
    * kulit
    - tannin

    * biji
    - saponin (senyawa beracun)

    * buah
    - kalium
    - energi
    - karbohidrat
    - vitamin (A, C, B6)
    - magnesium
    - fosfor

    Khasiat:

    * daun
    - mengobati demam
    - obat luka dan borok

    * bunga
    - ramuan rempah untuk wanita yang melahirkan

    * kulit
    - obat diare dan demam

    Cara Budidaya Sawo:

    AGAR RAJIN BERBUAH
    Idealnya, pembungaan dan pembuahan tabulampot sawo berlangsung terus-menerus sepanjang tahun. Pembungaan paling lebat terjadi pada musim penghujan. Namun, terkadang macet juga. Nah, untuk merangsang pembuahan, silakan simak beberapa tips berikut:
    1. Sekitar 3 bulan sebelum musim hujan, beri pupuk NPK (15-20-20), dilanjutkan dengan teknik pengeringan berselang-seling. Contohnya, selama seminggu tidak disiram sama sekali (asal jangan sampai layu permanen). Setelah itu, siram sedikit demi sedikit selama 3 hari, dan keringkan lagi. Lakukan teknik pengeringan berulang-ulang hingga muncul tunas-tunas baru untuk pembungaan.

    2. Ikat pangkal batang tabulampot sawo dengan kawat. Tujuannya untuk membatasi transportasi air dan unsur hara dari dalam tanah yang berlebihan.

    3. Jangan ragu menambahkan zat pengatur tumbuh, misalnya Dekamon atau Atonik.

    4. Potong akar dengan menyisakan 3 cabang akar.

    ADA YANG BERAROMA DURIAN
    Jenis sawo ternyata cukup banyak. Apa saja?
    1. Sawo manila kulon
    Bentuk buah lonjong, berbiji banyak, bergetah, dan cukup tahan disimpan.

    2. Sawo manila betawi
    Bentuk buah juga lonjong, berukuran besar, tidak banyak getah, rasa manis, tapi kurang tahan disimpan.

    3. Sawo manila malaysia
    Bentuk buah lonjong, berukuran besar, rasa buahnya manis.

    4. Sawo manila karat
    Bentuk buah agak lonjong, berukuran besar, berkulit tebal, kasar, dan berbintil-bintil kecil.

    5. Sawo apel lilin
    Bentuk buah bulat, berukuran agak besar, daging buah terasa agak keras.

    6. Sawo apel kelapa
    Bentuk buah bulat kecil-kecil, berkulit tebal, bergetah, berbiji banyak, dan tahan disimpan.

    7. Sawo duren
    Bentuk buah bulat, kulit buah halus, dan licin. Disebut sawo duren, karena aroma buahnya mirip dengan buah durian. Ada dua macam sawo duren, yakni sawo duren hijau dan sawo duren merah.

    SEMBUHKAN DISENTRI
    Selain buahnya yang lezat disantap, sawo ternyata juga memiliki khasiat untuk mengatasi beberapa penyakit atau kelainan.
    A. Mengerem Diare
    Ambil 1 buah sawo muda, cuci sampai bersih. Sawo diparut, lalu diperas dan disaring. Bila perlu, tambahkan sedikit air matang.

    Silakan minum 2 kali sehari. Bisa juga menggunakan daun sawo. Sediakan 1 mangkok daun, lalu cincang dalam 2 gelas air bersih selama 15 menit. Nah, air rebusan ini diminum 3 kali sehari.

    B. Menyembuhkan Radang Mulut
    Ambil 1 mangkok daun sawo, lalu cincang dalam 2 gelas air bersih selama 10 menit. Pakai air hasil rebusan untuk berkumur.

    C. Mengobati Disentri
    Ambil 8 buah sawo muda, cuci bersih. Kunyah-kunyah halus dengan garam secukupnya. Sedikit demi sedikit ditelan, lalu minum air hangat. Lakukan 2 kali sehari hingga sembuh.
    Tanaman sawo (Achras zapota) termasuk di dalam famili Sapotaceae. Tanaman sawo hidup menahun, memiliki batang berkayu keras, dan percabangannya cukup rapat.
    Bunga sawo muncul dari ketiak-ketiak daun, sedangkan buahnya terbentuk menggantung pada tangkai buah.
    Sawo memiliki daging buah tebal, mengandung banyak air, dan bergetah. Rasanya manis dan beraroma khas. Bijinya berbentuk bulat memanjang atau bulat pipih, hitam mengkilap, dan berkeping dua. Dari biji, dapat digunakan untuk perkembangbiakan secara generatif.
    Namun demikian, khusus untuk tabulampot sawo, sebaiknya menggunakan bibit cangkok. Alasannya, umur panen relatif genjah, sekitar setahun bahkan bisa kurang. Sementara untuk bibit asal biji, akan berbuah sekitar 4-5 tahun.

    Cangkok Sendiri

    Pilih cabang yang cukup besar, sehat, dan lurus. Buat dua keratan melingkar cabang dengan jarak 5 cm, dan lepas kulitnya. Kerik kambium, dan biarkan selama 3 – 5 hari. Gunakan zat pengatur tumbuh akar (misal Rootone F), lalu oleskan pada bidang sayatan. Ambil pembalut (sabut kelapa, lembaran plastik), lalu diikat pada bagian bawah keratan. Selanjutnya, media cangkok (tanah subur dan pupuk kandang) diletakkan pada bidang keratan sembari dipadatkan hingga membentuk bulatan setebal 5 – 6 cm. Pembalut bagian atas juga diikat. Lalu ambil lidi, tusuk-tusukkan pada media yang telah terbungkus hingga membentuk lubang-lubang kecil.
    Enam hingga delapan minggu kemudian, amatilah. Jika muncul akar-akar baru dari celah-celah pembalut, itu berarti pencangkokan sukses. Langkah selanjutnya adalah melakukan pendederan bibit cangkok sawo. Siapkan polybag yang diisi campuran tanah subur dan pupuk kandang (1:1). Potong cangkokan, sebagian daun dan ranting. Lepas pembalutnya, dan masukkan di tengah-tengah polybag. Siram sampai basah. Simpan di tempat teduh dan aman. Setelah beradaptasi 4 minggu dan tunas-tunas baru bermunculan, bibit cangkok sawo dapat dipindahkan ke dalam pot.

    Pot dan Media Tanam

    Mengingat tanaman ini nantinya diharapkan berbuah lebat, pilihlah pot yang kuat dan punya diameter sekurang-kurangnya 40 cm. Pot juga sebaiknya punya kaki dan berlubang pada bagian dasarnya. Media tanam harus lengkap berisi bahan organis dan anorganis. Yang termasuk organis adalah pupuk kandang, kompos, atau humus. Sedangkan yang anorganis meliputi tanah subur, pasir, pecahan genting, atau bata merah. Untuk tabulampot sawo, Anda bisa pilih memilih media tanam, seperti campuran tanah subur, pasir dan pupuk kandang (2:1:1), atau campuran tanah, sekam padi dan pupuk kandang (1:1:1), atau campuran tanah, serbuk gergaji dan pupuk kandang (1:1:1).
    Cara mengisi media, masukkan selapis pecahan genting di dasar pot. Tambahkan selapis mos dan ijuk, lalu tambahkan lagi campuran media tanam berupa tanah subur dan pupuk kandang. Jangan lupa, berikan obat Furadan atau Curater sebanyak 2 sendok makan. Keluarkan bibit dari polybag, potong sebagian akar, cabang, ranting, atau daun yang berlebihan. Setelah itu, tanam dan padatkan media tanamnya. Siram sampai basah, dan simpan di tempat teduh untuk sementara.
    Sering kita jumpai, kondisi tabulampot sawo tampak kering, kurus dan malas berbuah. Kenapa? Jawabannya pasti karena kurang atau tidak dilakukan pemeliharaan dengan baik. Untuk itu, Anda harus melakukan pemupukan NPK, yang dapat diperoleh di kios atau toko pertanian terdekat.
    Pada umur satu bulan, beri pupuk NPK (15-15-15) sebanyak 50 gram per pot. Caranya, benamkan merata sedalam 10 cm. Pemupukan berikutnya setiap 3 bulan sekali. Namun demikian, jika tanaman mulai berbunga, sebaiknya menggunakan NPK yang memiliki kandungan fosfat dan kalium lebih tinggi. Misalnya, NPK 15-20-20. Beri sebanyak 100 gram per pot.
    apabila anda berminat dengan buah sawo sawo diatas kunjungi workshop kami di:
    jl.buni gg mushollah, Rt.008,Rw 006.kel.munjul,kec,cipayung.
    jakarta timur.telp (021) 84974810
    atau hubungi email kami
    panjalu_nursery@yahoo.co.id 

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar